Osteoporosis pada Remaja dan Cara Pencegahanya SehatQ.com

 

Osteoporosis Muda

Umunya penyakit tulang dianggap hanya menyerang para orang tua, tapi siapa sangka jika tidak berhati-hati para remaja dan bahkan anak-anak berpeluang terserang penyakit ini. Berikut akan kami jelaskan tentang gejala dan penyebab osteoporosis pada kawula muda serta cara untuk pencegahannya.


Gejala yang timbul 

Nyeri pada tulang biasanya orang akan menganggap sebagai nyeri tulang biasa, padahal bisa saja nyeri tulang ini adalah tanda awal bahwa anda mengalami pengeroposan tulang. Nyeri pada tulang ini bisa diakibatkan karena tekanan atau benturan yang berasal dari luar sehingga menimbulkan rasa pegal pada bagian-bagian tertentu seperti pinggul, kaki dan punggung bagian bawah.


Pengeroposan tulang dapat di tandai dengan membungkuknya tulang punggung, sehingga  dimana memengaruhi tinggi badan. Kondisi punggung yang membungkuk bisa menyebabkan sakit pada bagian tulang belakang dan leher. Pengeroposan pada tulang belakang bisa menjadi tanda bahwa anda terkena osteoporosis dan ini tidak boleh disepelekan karena bisa memicu munculnya penyakit lain.


Patah tulang umumnya dipicu karena faktor gaya yang terjadi dari luar seperti kecelakaan, jatuh dari pohon, tertimpa sesuatu dan sebagainya. Tapi, apabila terjadi patah tulang rusuk yang disebabkan karena tekanan pada dada yang diberikan saat terbatuk atau bersin, itu bisa menjadi tanda bahwa tulang kita mulai keropos.


Jika anda mengalami setidaknya satu dari tiga gejala di atas, baiknya anda segera memeriksakan kesehatan anda. Ada baiknya untuk mengetahui kondisi kesehatan anda lebih awal. Dengan pemanfaatan internet anda bisa mencari tentang berbagai informasi tentang penyakit sebagai sarana pencegahan awal di info penyakit SehatQ.com.


Hal-hal yang menjadi penyebab 

Kondisi medis contohnya kondisi genetic tertentu yang di bawa sejak lahir yang membuat tulang anak keropos seperti osteogenesis imperfecta, amenorea pada wanita dimana tidak mengalami menstruasi untuk waktu yang lama sehingga menyebabkan kadar hormone estrogen menurun dan berdampak pada pengeroposan tulang.


Kalsium dan fosfor merupakan mineral yang dibutuhkan tulang, selain tulang organ-organ lain juga kaan membutuhkan kalsium, oleh sebab itu rendahnya kadar kalsium dalam darah akan membuat organ lain mengambil asupan kalsium dari tulang yang menyebabkan tulang kekurangan kalsium dan mudah keropos. 


Kurang beraktivitas fisik membuat tulang kehilangan fungsinya. Mengkonsumsi daging berlebihan, protein pada daging baik untuk membentuk massa otot, tapi konsumsi yang berlebihan membuat ginjal lebih banyak membuang kalsium. Kurang terkena sinar matahari dan konsumsi vitamin D, vitamin D membantu tulang dalam penyerapan kalsium. Untuk penyebab lain dapat dilihat di info penyakit SehatQ.com.


Pencegahan yang dapat dilakukan

Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Pemenuhan kebutuhan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan/minuman tinggi kalsium seperti susu, atau juga bisa mengonsumsi suplemen. Berjemur di matahari pagi membantu pemenuhan kebutuhan vitamin D, atau mengonsumsi makanan tinggi vitamin D sperti jamur, ikan tuna, kuning telur dan susu kedelai.


Untuk menjaga fungsi tulang, beraktivitas fisik sangat dianjurkan. Seperti bersepeda, jogging, berenang atau olahraga yang diperuntukkan untuk menjaga kekuatan tulang seperti angkat beban. Beraktivitas fisik juga membantu mempertahankan kepadatan tulang sehingga mencegahnya mudah keropos.


Menjalanai gaya hidup sehat dengan cara menghindari alcohol dan rokok. Konsumsi alcohol meningkatkan resiko terjadinya pengeroposan tulang di usia muda. Nikotin yang terkandung  menyebabkan kurangnya aliran darah ke tulang, menghambat proses pembentukan sel tulang dan menghambat proses penyerapan kalsium pada tulang. 


Langkah pencegahan di atas tidak hanya diperuntukkan untuk remaja, bagi para orang dewasa yang merasa tidak memiliki gejala pengeroposan tulang juga bisa menerapkannya. Lebih baik mencegah sejak dini, jaga tulang kita tetap sehat dengan mulai menerapkan hal-hal sederhana dan mulai dari diri sendiri.

0 komentar:

Post a comment