Persib Minta PSSI Jatuhkan Sanksi pada Wasit Solikin

Persib Minta PSSI Jatuhkan Sanksi pada Wasit Solikin

Manajemen Persib Bandung akhirnya secara resmi melayangkan nota protes keras kepemimpinan wasit Solikin, pengadil laga Persib kontra Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Kalimantan Selatan, Jumat (26/7/2013).

Protes keras yang dilakukan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu dilayangkan pada Senin (29/7) dan ditandatangani Manajer Tim, Umuh Muchtar, dan PT PBB. Nota Protes itu berisikan tentang kepemimpinan wasit Solikin yang dinilai tidak adil. Nota itu ditujukan kepada PT Liga Indonesia dan juga ditembuskan ke Komite Wasit, Komisi Disiplin, dan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI).

Menurut Komisaris PT PBB yang juga selaku kuasa hukum Persib Bandung, Kuswara S Taryono, ada dua poin penting yang digarisbawahi pihaknya dalam protes keras itu, yakni secara umum Persib merasa dirugikan dalam pertandingan itu. Kedua, berdasarkan penilaian di lapangan maupun dalam siaran ulang televisi yang menyiarkan petandingan itu secara langsung, ada dua keputusan wasit yang jelas-jelas merugikan kubu Persib.

"Kerugian pertama adalah ketika pada babak kedua, ada handsball di kotak penalti oleh pemain Barito Putra namun tidak diberikan penalti oleh wasit dan wasit membiarkan pertandingan tetap berjalan. Kemudian yang kedua, wasit menganulir gol Kenji Adachihara pada perpanjangan waktu, persisnya di menit 92," kata Kuswara kepada wartawan, Selasa (30/7).

Kuswara menegaskan, dari tayangan ulang di televisi, Kenji jelas terlihat lebih dahulu menguasai bola dan memenangi perebutan bola. Gol Kenji, menurut Kuswara, adalah sah dan murni merupakan sebuah proses gol tanpa ada benturan atau gangguan terhadap kiper lawan. Namun demikian, wasit Solokin malah menganulir gol Kenji tersebut yang mengakibatkan Persib harus puas mendapatkan satu poin saja. "Seharusnya kami dapat tiga poin dalam pertandingan itu," katanya.

Kuswara menekankan bahwa pihaknya sangat perlu melayangkan protes kepada PT Liga Indonesia, Komite Wasit, Komisi Disiplin, dan PSSI, agar sepak bola Indonesia mendapatkan citra positif. Lalu mampu membangun sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik. "Ya memang itu tujuan kita melakukan protes, agar semuanya berjalan semakin baik, positif dan membuat sepak bola kita maju ke depannya," katanya.

Ketika ditanya harapan Persib dengan melayangkan nota protes itu, Kuswara mengakui bahwa pihaknya ingin agar wasit yang bersangkutan dikenai sanksi karena dianggap lalai dan tidak adil di lapangan.

"Kami hanya melakukan upaya, keputusannya kami serahkan kepada yang berkompeten. Sekali lagi kita ingin sepak bola Indonesia ini berjalan dalam koridor yang benar dengan citra positif untuk membangnun sepakbola ke arah yang lebih baik," harap Kuswara.

0 komentar:

Post a comment