Warsito Sanyoto, ”James Bond” Indonesia | insurance investigator


Warsito Sanyoto, ”James Bond” Indonesia
Bukan cuma Amerika yang punya James Bond, Indonesia juga.

Warsito Sanyoto, ”James Bond” Indonesia | insurance investigator

Ketika menerima pengajuan klaim asuransi dengan nilai miliaran rupiah, perusahaan asuransi itu merasa curiga. Pasalnya, pengusaha yang mengklaim itu baru saja mengasuransikan jarinya senilai miliaran rupiah, dan sekarang tiba-tiba mengalami kecelakaan. Ketika memasak, dua jari sang pengusaha — jempol dan telunjuk — putus teropotong pisau daging. Situasi yang ”kebetulan” itu memancing rasa curiga. Perusahaan asuransi lalu mengontak Warsito Sanyoto, seorang insurance investigator.

Sebelum mengabulkan klaim sang pengusaha, perusahaan asuransi meminta Warsito melakukan penyelidikan apakah kcelakaan itu wajar atau ada unsur kesengajaan untuk mendapatkan klaim asuransi. Dengan pengalamannya sebagai penyelidik kejahatan asuransi, pria yang kerap berurusan dengan kejahatan asuransi ini lalu mengadakan percobaan.

Dengan sarung tangan yang diisi busa, dia mencoba melakukan rekonstruksi sesuai dengan cerita sang pengusaha. ”Setelah melakukan percobaan sampai 55 kali, saya berkesimpulan itu bukan kecelakaan, tetapi kesengajaan,’’ ungkap Warsito. ”Sebab dari uji coba itu yang putus harusnya tiga jari bukan dua.”

Profil Warsito diangkat dalam sebuah acara Kamis malam karena pria yang selalu membawa senjata kemanapun pergi ini memang unik. Bagi warga Jakarta, yang kerap melintas di kawasan perumahan elit Pondok Indah, pasti melihat ada satu rumah yang segera membetot perhatian. Setidaknya, karena di depan rumah, di luar pagar, sederet patung tampil mencolok. Belum lagi garasi yang terbuka dan terang benderang berisi sederet mobil mewah, speed boat, motor besar, yang terbilang mencolok mata.

Bagi sebagian orang, pemandangan itu dinilai sebagai ”show of force” dari pemiliknya untuk menunjukkan kekayaannya. Tak heran jika banyak yang ingin tahu siapa pemilik rumah tersebut. Belum lagi sejumlah program infotainment juga sering menyoroti kehidupan suami istri pemilik rumah, yang hidup bagaikan dalam dongeng seribu satu malam. Penuh romantisme berbalut kehidupan glamor. ”Saya ingin menikmati hasil jerih payah saya sebagaimana adanya,’’ ujar Warsito. Toh, dalam usianya yang kini 60 tahun dan dengan istri yang berusia 32 tahun, pria yang selalu tampil dandy ini mengaku tidak jengah dengan penampilannya yang terkesan eksentrik itu.

Di seuah acara (sudah) nanti malam pemirsa diajak melihat sosok Warsito dalam multi dimensi. Profesinya yang selalu bersinggungan dengan bahaya, kemampuannya memecahkan misteri kejahatan asuransi, dan bagaimana dia memperlakukan sang istri yang bagaikan di film-film telenovela.Melihat kehidupan Warsito, kita seakan ditarik kebelakangan untuk mengingat sebuah buku karya Mochtar Lubis, Manusia Indonesia. Di dalam buku itu, dijelaskan oleh Mochtar bahwa salah satu ciri manusia Indoesia dalah munafik. Akibatnya, banyak di antara kita tidak bisa menjadi diri sendiri.

Warsito tampaknya ingin menjadi dirinya sendiri. Tak heran jika kemudian sikap dan pembawaannya kerap terlihat kontroversial dibandingkan dengan lingkungan sekitar. Begitu juga pro dan kontra dari orang-orang yang melihat penampilannya. ”Suatu saat dia pernah pakai baju yang membuat saya terkesima,” tutur Frans Sahusilawane dirut sebuah perusahaan asuransi, teman dekatnya yang juga kerap memanfaatkan keahlian Warsito untuk membongkar kejahatan asuransi.

Mengapa Frans terkesima? Lalu apa komentar mantan Kapolri Dai Bachtiar tentang Warsito? Bagaimana Warsito menggunakan peralatan ”James Bond”nya dalam bekerja? Kejahatan asuransi macam apa yang sering terjadi?

0 komentar:

Post a Comment